
Sibolga — Jumat, 14 November 2025.
Pengadilan Agama Sibolga melaksanakan apel Jumat sore yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., sebagai pembina apel. Seluruh aparatur menghadiri kegiatan tersebut dengan penuh kedisiplinan, menjadikannya momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah lembaga peradilan.

Kemandirian Peradilan Menjadi Sorotan Utama
Dalam amanatnya, Ketua PA Sibolga menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kemandirian peradilan, yang ia sebut sebagai fondasi utama dalam menegakkan keadilan.
“Peradilan adalah benteng terakhir keadilan. Jika kemandirian peradilan terganggu, maka keadilan akan runtuh. Kita harus berdiri tegak menjaganya.”
Beliau menegaskan bahwa setiap aparatur dituntut untuk bekerja secara objektif, bebas dari pengaruh eksternal, serta menempatkan integritas sebagai nilai tertinggi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Integritas Aparatur Menjadi Penentu Kekuatan Lembaga
Ketua PA Sibolga juga mengingatkan bahwa kekuatan lembaga peradilan tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi pada integritas insan peradilannya.
Beliau menekankan bahwa:
Setiap aparatur wajib menjaga sikap dan tindakan agar tetap dalam koridor profesionalitas;
Konflik kepentingan harus dihindari dengan tegas;
Pelayanan publik harus mengedepankan transparansi, ketepatan, dan tidak memihak;
Marwah lembaga bergantung pada komitmen aparatur dalam menjunjung etika dan disiplin.
“Kita bukan sekadar pegawai. Kita adalah penjaga keadilan. Dan penjaga harus bersih, berani, dan tidak goyah.”
Penguatan Komitmen Bersama dalam Menjaga Marwah Peradilan
Kegiatan apel juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh aparatur untuk memperbarui komitmen menjaga nama baik lembaga peradilan melalui tindakan nyata, baik dalam pelayanan, administrasi, maupun sikap profesional sehari-hari.
Ketua PA Sibolga menutup amanatnya dengan pesan penguatan:
“Mari kita jadikan Pengadilan Agama Sibolga sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu lahir dari integritas, kerja keras, dan kemandirian kita semua.”
Apel berjalan khidmat dan penuh semangat, menggambarkan tekad bersama aparatur dalam menjaga peradilan sebagai institusi yang kuat, berwibawa, dan menjadi benteng terakhir bagi pencari keadilan.