
Sibolga, Jumat 7 November 2025 — Pengadilan Agama Sibolga kembali menggelar kegiatan Pembinaan Mental rutin bagi seluruh aparatur, bertempat di ruang sidang utama. Kegiatan kali ini diisi oleh Fakhri Abdillah Hasibuan, S.H. dengan tema yang sarat makna, yaitu “Sifat Dasar Manusia” berdasarkan Al-Qur’an Surat Al-Ma’arij ayat 19–21.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (Q.S. Al-Ma’arij [70]: 19–21)
Fakhri menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan fitrah dasar manusia yang mudah gelisah dalam kesulitan dan cenderung egois saat mendapatkan nikmat. Namun, sifat-sifat ini dapat dikendalikan melalui iman, ibadah, dan kesadaran spiritual yang terus ditumbuhkan dalam diri setiap insan.

“Sifat dasar manusia memang memiliki dua sisi—lemah dan kuat. Namun, Al-Qur’an mengajarkan agar kita melatih diri menjadi pribadi yang sabar, dermawan, dan berakhlak mulia. Di sinilah pentingnya pembinaan mental bagi aparatur peradilan,” ujar Fakhri dalam penyampaiannya.
Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini diikuti seluruh aparatur dengan penuh perhatian. Peserta juga diajak melakukan refleksi diri untuk memperkuat integritas dan pengendalian emosi dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Melalui pembinaan mental ini, diharapkan seluruh aparatur PA Sibolga semakin memahami hakikat dirinya sebagai hamba Allah yang dituntut untuk menjaga keseimbangan antara akal, hati, dan perilaku, serta terus menumbuhkan nilai profesionalitas dan keikhlasan dalam bekerja.

Medan | 5–6 November 2025 — Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., bersama Panitera, Danil Isnadi, S.H., M.H., mengikuti Diskusi Hukum Percepatan Penyelesaian Perkara bertajuk “Strategi Efektif Percepatan Perkara Menuju Peradilan Modern dan Berintegritas” yang diselenggarakan di Hotel & Convention Santika Dyandra, Medan.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya memperkuat komitmen lembaga peradilan dalam mewujudkan sistem penyelesaian perkara yang cepat, transparan, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat modernisasi peradilan berbasis teknologi informasi serta peningkatan integritas aparatur peradilan.

Dalam forum diskusi yang dihadiri oleh para pimpinan dan pejabat struktural pengadilan dari berbagai daerah, dibahas berbagai strategi inovatif dalam manajemen perkara, optimalisasi aplikasi peradilan elektronik, serta penguatan budaya kerja berbasis kinerja dan etika profesi.
Ketua PA Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan dan memperkuat sinergi antar satuan kerja peradilan agama dalam mewujudkan layanan hukum yang prima.
“Percepatan penyelesaian perkara tidak hanya tentang kecepatan administratif, tetapi juga tentang menjaga kualitas putusan dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan,” ungkapnya.
Sementara itu, Panitera PA Sibolga, Danil Isnadi, S.H., M.H., menambahkan bahwa peran panitera sangat strategis dalam memastikan setiap tahapan administrasi perkara berjalan efisien dan akuntabel.
“Kita perlu terus beradaptasi dengan perkembangan sistem digital dan memperkuat koordinasi antar unit kerja agar target penyelesaian perkara dapat tercapai dengan optimal,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Pengadilan Agama Sibolga menunjukkan komitmen kuat untuk terus bertransformasi menuju peradilan yang modern, responsif, dan berintegritas tinggi, sejalan dengan visi Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk mewujudkan “Peradilan yang Agung.”

Sibolga, 4 November 2025 — Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan zona integritas, Pengadilan Agama Sibolgamelaksanakan briefing harian pada Selasa, 4 November 2025 di halaman kantor setempat. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hakim Pengadilan Agama Sibolga Chairia meidi Rifada S.H, mewakili Ketua Pengadilan Agama Muhammad Azhar Hasibuan S.H.I., M.A. yang sedang melaksanakan rangkaian kegiatan Fit dan Proper Test CWKPA Kelas IB dan Kelas II dan diikuti oleh seluruh aparatur, hakim, panitera, sekretaris, serta staf.

Dalam arahannya, beliau mendoakan kelancaran kegiatan test yang akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Agama Sibolga serta kegiatan kegiatan yang sedang dilaksanakan aparatur lain yang sedang Dinas Luar ke Medan saat ini. Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga profesionalitas, kedisiplinan, dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Beliau menekankan bahwa pelayanan yang berkualitas bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang sikap, empati, dan tanggung jawab moral setiap aparatur.
“Integritas adalah pondasi utama dalam bekerja. Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan bebas dari praktik yang tidak sesuai dengan prinsip akuntabilitas publik,” ujarnya..
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nyata dalam mendukung Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Setiap aparatur diharapkan menjaga komitmen untuk menjauhi gratifikasi dan membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Beliau juga mengajak seluruh pegawai untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sebagai abdi negara yang memiliki nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Dengan pelaksanaan briefing harian yang konsisten, Pengadilan Agama Sibolga berkomitmen mewujudkan pelayanan yang prima, berintegritas, dan terpercaya, sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Sibolga (31/10/2025) — Menutup akhir pekan kerja dengan penuh semangat dan refleksi, Pengadilan Agama Sibolga melaksanakan Apel Jumat Sore pada 31 Oktober 2025 di halaman kantor. Kegiatan rutin ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., dan diikuti oleh seluruh aparatur, baik hakim, pejabat struktural, fungsional, maupun PPPK
Dalam amanatnya, Ketua PA Sibolga menyampaikan pesan inspiratif mengenai pentingnya setiap aparatur peradilan untuk menjadi role model (teladan) dalam bekerja dan berperilaku, baik di lingkungan kantor maupun masyarakat. Menurutnya, aparatur peradilan tidak hanya dinilai dari kecakapan dalam tugas, tetapi juga dari integritas, etika, dan karakter mulia yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi pegawai peradilan berarti memikul tanggung jawab moral yang besar. Masyarakat melihat kita sebagai wajah lembaga keadilan. Karena itu, jadilah contoh dalam disiplin, kejujuran, dan pelayanan yang tulus,” tegas beliau dalam amanatnya.
Ketua PA Sibolga juga mengingatkan bahwa karakter unggul adalah fondasi utama dalam mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi. Ia menekankan agar seluruh aparatur terus menjaga semangat kerja sama, saling menghormati, dan berkomitmen pada nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap tugas.
“Perubahan besar dalam lembaga tidak dimulai dari sistem, tetapi dari karakter manusianya. Bila aparatur memiliki hati yang bersih dan komitmen kuat, maka integritas lembaga akan terjaga,” tambahnya.
Apel Jumat sore tersebut berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan mental dan moral bagi seluruh aparatur, sekaligus momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkeadilan.

Jakarta – Sibolga (31 Oktober 2025)
Panitera Pengadilan Agama Sibolga, Danil Isnadi, S.H., M.H., mengikuti kegiatan Pembinaan Teknis dan Administrasi Yudisial bagi Panitera Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama pada empat lingkungan peradilan seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H.M. Sunarto, S.H., M.H., di Balairung Gedung Tower Mahkamah Agung RI, Jakarta, Jumat 31 Oktober 2025.

Dalam arahannya, Ketua Mahkamah Agung menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lembaga peradilan. Menurut beliau, rasa memiliki terhadap Mahkamah Agung harus tumbuh dari kesadaran bahwa setiap aparatur, termasuk Panitera, memiliki peran vital dalam menjaga marwah lembaga peradilan.
“Ketika rasa memiliki tumbuh kuat, setiap tugas bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab dan kebanggaan sebagai insan peradilan,” pesan Ketua MA.
Beliau juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Dalam tubuh peradilan, setiap unsur—baik hakim, panitera, maupun pegawai—memiliki peran penting yang saling melengkapi agar lembaga dapat berdiri kokoh dan bermartabat.
Selain itu, Ketua MA mengajak seluruh Panitera untuk melakukan introspeksi diri, menunaikan kewajiban dengan sepenuh hati, serta menghindari perilaku koruptif. Ia menekankan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang tercermin dalam disiplin dan pelayanan publik.
Dalam konteks kemajuan teknologi, Ketua MA juga menyoroti tantangan era Revolusi Industri 5.0 dan kecerdasan buatan (AI). Ia mengingatkan agar Panitera terus meningkatkan kompetensi agar tidak tergantikan oleh teknologi, sembari menegaskan bahwa nurani dan moralitas manusia tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.
Tak lupa, Ketua MA juga menyampaikan langkah nyata Mahkamah Agung dalam memperjuangkan peningkatan tunjangan Panitera dan Jurusita, yang saat ini tengah dalam proses pembahasan di kementerian terkait.
“Kami bekerja tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan seluruh aparatur peradilan,” ujar Ketua MA.
Menutup pembinaannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan menjalankan tugas sebagai pengabdian kepada bangsa dan Tuhan Yang Maha Esa.
Panitera PA Sibolga, Danil Isnadi, S.H., M.H., menyambut positif pembinaan tersebut. Ia menyatakan bahwa pesan moral Ketua MA menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur peradilan agar terus bekerja dengan integritas, disiplin, dan pelayanan berkarakter.
“Amanah yang disampaikan Bapak Ketua MA menjadi energi baru bagi kami di daerah untuk terus memperkuat profesionalisme dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan,” ungkapnya.