
Sibolga, 23 Oktober 2025 — Upaya mediasi di Pengadilan Agama Sibolga kembali menunjukkan hasil yang bermakna. Meski perkara cerai talak tidak berhasil mencapai perdamaian, Mediator Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., sukses membantu para pihak mencapai kesepakatan terkait biaya pakaian atau kiswah bagi istri.
Proses mediasi yang digelar di Ruang Mediasi Pengadilan Agama Sibolga, Kamis (23/10/2025), berlangsung dengan suasana tenang, terbuka, dan penuh itikad baik. Setelah dialog konstruktif yang difasilitasi secara profesional, para pihak akhirnya sepakat mengenai besaran dan mekanisme pemberian kiswah.
Dr. Muhammad Azhar Hasibuan menjelaskan bahwa keberhasilan mediasi tidak selalu diukur dari rujuknya pasangan. “Kadang, keberhasilan mediasi justru hadir ketika para pihak mampu mencapai kesepakatan dalam hal-hal penting yang membawa keadilan dan kemaslahatan, meski tidak berujung damai sepenuhnya,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Pengadilan Agama Sibolga berkomitmen menghadirkan proses peradilan yang humanis dan solutif. Melalui pendekatan komunikasi yang empatik, mediasi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan kesepahaman dan menegakkan nilai keadilan keluarga.

Sibolga – Ketua Pengadilan Agama Sibolga Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., memimpin apel pagi yang dilaksanakan pada Senin, 27 Oktober 2025 di halaman kantor PA Sibolga. Kegiatan rutin mingguan ini diikuti oleh seluruh aparatur, mulai dari para hakim, pejabat struktural dan fungsional, hingga tenaga PPPK dan PPNPN.
Dalam amanatnya, Ketua PA Sibolga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam membangun lembaga peradilan yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kualitas lembaga peradilan sangat ditentukan oleh kualitas SDM di dalamnya. Setiap aparatur harus terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, dan menanamkan semangat profesionalisme serta integritas tinggi,” ujar beliau dengan tegas.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh aparatur tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih, melainkan terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat etos kerja, sesuai nilai-nilai BerAKHLAK ASN.
Selain itu, Ketua PA Sibolga mendorong peningkatan kolaborasi antaraparat dalam mewujudkan visi Mahkamah Agung, yakni “Terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung.” Menurutnya, kinerja unggul hanya akan tercapai melalui sinergi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.
Apel pagi ditutup dengan pembacaan doa bersama, diiringi harapan agar seluruh aparatur PA Sibolga senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas diri adalah bagian dari ibadah dan jalan menuju kemuliaan di sisi Allah.

Sibolga, 23 Oktober 2025 — Tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pengadilan Agama (PA) Sibolga, yaitu Aidil Putra Simanullang, Deddy Rahmansyah Ms. dan Ferryanto Tarihoran, mengikuti kegiatan Overview Nasional bagi Peserta Orientasi PPPK Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Strajakadiklat Hukum dan Peradilan (Badiklatkumdil) Mahkamah Agung RI, Kamis (23/10).
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 9.000 peserta dari seluruh satuan kerja di bawah Mahkamah Agung RI ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada aparatur PPPK mengenai nilai-nilai ASN BerAKHLAK, integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam lembaga peradilan.
Berdasarkan surat resmi Badiklatkumdil Nomor 1216/BSDK/DL1.6/X/2025 tanggal 17 Oktober 2025, kegiatan Overview dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dibagi dalam dua batch, yaitu Batch VII (08.00–10.15 WIB) dan Batch VIII (13.00–15.15 WIB).
Para peserta dari PA Sibolga tergabung dalam Batch VIII yang dipandu oleh panitia nasional, dengan materi pengenalan organisasi, etika ASN, serta peran PPPK dalam mendukung reformasi birokrasi dan pelayanan publik di lingkungan Mahkamah Agung RI.

Ketiga PPPK PA Sibolga mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan penuh semangat, mencatat setiap arahan dan pembekalan yang diberikan.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi kami untuk bekerja dengan integritas dan memberikan pelayanan terbaik di peradilan agama,” ujar salah satu peserta, Deddy Rahmansyah Ms.
Ketua Pengadilan Agama Sibolga Dr. Muhammad Azhar Hasibuan. S.H.I., M.A. menyampaikan apresiasi atas semangat para PPPK tersebut.
“Kami bangga terhadap aparatur baru yang menunjukkan komitmen dan antusiasme tinggi untuk belajar dan beradaptasi dengan budaya kerja peradilan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai bagian dari Mahkamah Agung RI,” tuturnya.
Dengan semangat ASN BerAKHLAK dan core values Mahkamah Agung “Integritas – Profesionalitas – Akuntabilitas – Responsibilitas”, para PPPK PA Sibolga bertekad untuk memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan pelayanan publik yang unggul di lingkungan peradilan agama.

Sibolga, 23 Oktober 2025 — Tidak semua mediasi berakhir dengan perdamaian penuh, namun selalu ada ruang untuk menghadirkan kemaslahatan. Hal itu dibuktikan oleh Mediator Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., yang berhasil memediasi perihal nafkah anak meskipun perkara cerai gugat tidak mencapai kesepakatan damai secara keseluruhan.
Mediasi yang berlangsung di Ruang Mediasi Pengadilan Agama Sibolga, Kamis (23/10/2025), dihadiri oleh para pihak dengan suasana terbuka dan penuh itikad baik. Setelah proses komunikasi intensif, kedua belah pihak akhirnya sepakat mengenai besaran dan mekanisme pemberian nafkah 3 (tiga) orang anak masing-masing anak 300 ribu rupiah setiap bulan hingga anak berumur 21 tahun di luar biaya kesehatan dan pendidikan dengan kenaikan 10% setiap tahun.
Dalam keterangannya, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan menyampaikan bahwa keberhasilan mediasi tidak selalu berarti rujuk atau damai sepenuhnya. “Keberhasilan sejati dalam mediasi adalah ketika tercapai kesepakatan yang membawa manfaat bagi anak dan keluarga. Anak tidak boleh menjadi korban dari perpisahan orang tuanya,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pengadilan Agama Sibolga dalam mengoptimalkan fungsi mediasi sebagai sarana penyelesaian sengketa yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan keluarga, terutama anak-anak yang terdampak perceraian.
Melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, dan profesional, PA Sibolga terus berupaya menghadirkan wajah peradilan yang meneduhkan dan berfokus pada solusi terbaik bagi masyarakat pencari keadilan.

Sibolga, 23 Oktober 2025 — Pimpinan dan seluruh aparatur Pengadilan Agama (PA) Sibolga mengikuti Seminar Nasional bertema “Mahkamah Islam Tinggi (MIT): Pembuka Tabir Sejarah Eksistensi Peradilan Agama dalam Reformasi Hukum dan Peradilan di Indonesia” secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (23/10).
Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berdasarkan undangan resmi dari Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Nomor 2778/DJA/UND.HM1.1.1/IX/2025 tanggal 15 Oktober 2025.

Seminar dibuka secara resmi oleh Dirjen Badilag MA RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., serta dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Ketua Muda Agama Mahkamah Agung RI, Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum., Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., dan Purnabakti Ketua PTA Mataram, Dr. H. Ahmad Fadlil Sumadi, S.H., M.Hum.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badilag dan UMS sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga peradilan dan akademisi.

Ketua PA Sibolga Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A. menyampaikan bahwa keikutsertaan seluruh aparatur dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan wawasan historis dan akademis mengenai eksistensi peradilan agama di Indonesia, serta memperkuat semangat reformasi hukum yang berkeadilan dan berintegritas.
“Melalui seminar ini, kami semakin memahami bahwa perjalanan panjang peradilan agama memiliki akar historis dan nilai-nilai perjuangan yang luar biasa. Semoga hal ini menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas pelayanan hukum kepada masyarakat,” ujar Ketua PA Sibolga.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama para narasumber dan peserta dari berbagai satuan kerja di lingkungan peradilan agama seluruh Indonesia.