
Sibolga, Rabu 22 Oktober 2025 — Dalam upaya menjaga kualitas pelayanan publik dan memperkuat budaya kerja berorientasi pada kepuasan masyarakat, Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., memimpin briefing pagi bagi petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di ruang layanan utama Pengadilan Agama Sibolga.
Dalam arahannya, Ketua PA Sibolga menegaskan bahwa petugas PTSP harus memahami secara menyeluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Standar Pelayanan yang berlaku di lingkungan peradilan agama. Hal ini menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan profesional, cepat, transparan, dan berintegritas.
“Petugas PTSP adalah wajah pertama pengadilan. Pelayanan yang baik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga bagaimana kita memberikan rasa nyaman, kepastian, dan keadilan bagi masyarakat pencari keadilan,” ujar beliau dengan penuh semangat.
Beliau juga menekankan pentingnya sikap ramah, komunikatif, dan empati dalam menghadapi pengguna layanan. Setiap petugas diharapkan mampu menjelaskan alur pelayanan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta membantu masyarakat dengan ketulusan tanpa diskriminasi.
Selain itu, Ketua PA Sibolga mengingatkan agar setiap petugas meningkatkan kompetensi dan disiplin kerja, serta menjaga penampilan yang sopan dan rapi sebagai bentuk penghormatan terhadap tugas pelayanan publik.
“Pelayanan publik yang unggul berawal dari kesadaran dan tanggung jawab. Pahami standar layanan, jalankan dengan hati, dan niatkan sebagai ibadah,” tambah beliau.
Kegiatan briefing ini juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi singkat terhadap pelayanan PTSP selama sepekan terakhir, termasuk pembahasan mengenai kendala teknis dan strategi peningkatan pelayanan.
Dengan adanya pembinaan rutin seperti ini, diharapkan seluruh petugas PTSP Pengadilan Agama Sibolga dapat semakin solid, profesional, dan siap memberikan pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan masyarakat, sejalan dengan visi Mahkamah Agung menuju Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi dan Berintegritas.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh (ihsan).”
(QS. Al-Qashash: 77)

Sibolga | Selasa, 21 Oktober 2025 – Dalam upaya mewujudkan peradilan yang semakin inklusif dan ramah bagi semua kalangan, Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., memimpin kegiatan Sosialisasi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Mengadili Perkara bagi Penyandang Disabilitas yang Berhadapan dengan Hukum.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama PA Sibolga ini diikuti oleh para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur pengadilan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah nyata PA Sibolga dalam menerapkan nilai-nilai keadilan yang berkeadaban dan menjamin hak setiap warga negara di hadapan hukum.
Meneguhkan Prinsip Keadilan untuk Semua
Dalam pemaparannya, Ketua PA Sibolga menyampaikan bahwa PERMA Nomor 2 Tahun 2025 yang telah diundangkan sehari yang lalu (20 Oktober 2025) merupakan wujud komitmen Mahkamah Agung dalam memastikan bahwa setiap penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan yang adil, bermartabat, dan setara di hadapan hukum.
“Peradilan yang baik bukan hanya tentang memutus perkara dengan benar, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap pihak, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan haknya untuk diperlakukan dengan hormat dan setara,” ujar Dr. Azhar Hasibuan.

Beliau menambahkan bahwa aparatur peradilan harus memiliki kepekaan dan pemahaman terhadap kebutuhan khusus penyandang disabilitas dalam setiap tahapan proses hukum, mulai dari pendaftaran perkara, pemeriksaan, hingga pelaksanaan putusan.
Isi Pokok PERMA Nomor 2 Tahun 2025
Dalam sosialisasi ini juga dibahas beberapa poin penting dari PERMA tersebut, di antaranya:
Kewajiban penyediaan akomodasi yang layak, seperti akses fisik, penerjemah bahasa isyarat, atau dokumen dalam format yang mudah dibaca.
Larangan diskriminasi dan perlakuan tidak manusiawi terhadap penyandang disabilitas dalam proses hukum.
Kewajiban hakim dan aparatur pengadilan menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta memperhatikan kondisi psikologis pihak penyandang disabilitas.
Koordinasi dengan lembaga terkait dalam penyediaan fasilitas, pendamping, dan tenaga ahli yang kompeten.
“Aparatur pengadilan harus menjadi contoh pelaksana keadilan yang berempati dan profesional. Dengan PERMA ini, kita diajak melihat hukum bukan hanya dari sisi normatif, tapi juga dari sisi kemanusiaan,” tegas Ketua PA Sibolga.
Komitmen PA Sibolga Membangun Pengadilan Ramah Disabilitas
Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi PA Sibolga untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan. Melalui penerapan prinsip-prinsip dalam PERMA Nomor 2 Tahun 2025, PA Sibolga bertekad menjadikan pengadilan sebagai ruang yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman.
“Kita tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menegakkan kemanusiaan. Karena keadilan sejati adalah ketika semua orang merasa dihargai dan didengar,” tutup Ketua PA Sibolga.

Sibolga | 21 Oktober 2025 — Kabar membanggakan datang dari Pengadilan Agama Sibolga! Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Nomor 2817/DJA/OT1.6/X/2025 tanggal 20 Oktober 2025 tentang Nilai Akhir Penilaian Prestasi Kinerja Satuan Kerja di Lingkungan Peradilan Agama Triwulan III Tahun 2025, PA Sibolga berhasil meraih peringkat ke-13 secara nasional untuk kategori Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah Kelas II.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh aparatur PA Sibolga dalam mewujudkan kinerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.
🌟 Wujud Konsistensi dan Kerja Keras Bersama
Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan seluruh unsur pimpinan, hakim, dan pegawai dalam menjalankan tugas sesuai standar pelayanan dan target kinerja yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, peringkat 13 nasional ini menjadi bukti bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Capaian ini adalah hasil sinergi seluruh aparatur PA Sibolga yang berkomitmen menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar beliau dengan penuh rasa syukur.
Beliau juga menambahkan bahwa prestasi ini akan menjadi pemicu semangat baru untuk terus melakukan inovasi, memperkuat tata kelola kelembagaan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
⚖️ Cermin Kinerja Berkualitas dan Akuntabel
Penilaian prestasi kinerja yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI merupakan bentuk evaluasi terhadap capaian kinerja satuan kerja di seluruh Indonesia. Penilaian ini mencakup berbagai aspek, antara lain kinerja keuangan, pelaksanaan tupoksi, inovasi layanan, pengelolaan SDM, serta kepatuhan terhadap pelaporan dan dokumentasi.
Dengan masuknya PA Sibolga dalam 20 besar nasional, hal ini menunjukkan bahwa satuan kerja ini telah mampu menjalankan tata kelola lembaga dengan efektif, efisien, dan berorientasi hasil.
💪 Langkah Nyata Menuju Zona Integritas dan Pelayanan Prima
Capaian gemilang ini juga sejalan dengan semangat PA Sibolga dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penguatan kepemimpinan, inovasi layanan berbasis digital, hingga pembinaan kedisiplinan dan etika ASN.
“Peringkat ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin PA Sibolga menjadi pengadilan yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” tutur Dr. Azhar menutup pernyataannya.

Sibolga | Selasa, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat sinergi dan kesamaan pemahaman antara mentor di seluruh satuan kerja Mahkamah Agung RI, Ketua Pengadilan Agama Sibolga, Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., mengikuti kegiatan Zoom Meeting Penyamaan Persepsi Mentor Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Mahkamah Agung Gelombang I Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan MA RI.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Mahkamah Agung dalam memastikan pelaksanaan Latsar CPNS berjalan seragam, terarah, dan berkualitas di seluruh lingkungan peradilan, baik teknis maupun administratif.

🎓 Mentor Sebagai Teladan dan Pembentuk Karakter ASN
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber dari Pusdiklat Teknis MA RI menegaskan bahwa peran mentor tidak hanya sebagai pengawas administratif, melainkan juga sebagai teladan dan inspirator bagi peserta Latsar. Mentor diharapkan mampu menjadi panutan dalam penerapan core values ASN “BerAKHLAK” dan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi).
“Seorang mentor harus hadir bukan sekadar membimbing, tetapi menanamkan semangat pengabdian dan integritas dalam diri peserta Latsar,” tegas salah satu pemateri dari Pusdiklat Teknis MA RI.
Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, seluruh mentor diharapkan memiliki kesamaan pandang dalam mendampingi peserta Latsar, khususnya dalam penyusunan dan pelaksanaan aktualisasi proyek perubahan di tempat kerja masing-masing.
⚖️ PA Sibolga Dukung Pembentukan ASN Profesional dan Humanis
Sebagai mentor bagi peserta Latsar CPNS atas nama Zulfanny Sasmita, S.T., Ketua PA Sibolga menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa penyamaan persepsi sangat penting untuk menjaga mutu pelaksanaan pelatihan.
“Latsar bukan hanya proses belajar administratif, tetapi wadah pembentukan karakter ASN yang melayani, berintegritas, dan berjiwa pengabdian. Seorang mentor wajib menjadi contoh nyata dari nilai-nilai tersebut,” ujar Dr. Azhar Hasibuan.
Beliau juga menambahkan bahwa PA Sibolga terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendukung penerapan aktualisasi peserta Latsar, agar nilai-nilai ASN dapat terwujud dalam budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
🌿 Langkah Nyata Membangun Generasi ASN Unggul
Melalui kegiatan Zoom ini, Mahkamah Agung menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pelatihan dan mentor di satuan kerja, guna melahirkan ASN yang kompeten, beretika, dan siap berkontribusi bagi kemajuan lembaga peradilan.
Keterlibatan aktif Pengadilan Agama Sibolga menjadi bukti nyata dukungan terhadap visi Mahkamah Agung untuk membangun aparatur peradilan yang unggul, adaptif, dan berkarakter melayani.

Sibolga | Selasa, 21 Oktober 2025 – Dalam upaya memperkuat komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Pengadilan Agama Sibolga melaksanakan monitoring Triwulan III Tahun 2025, dengan fokus pada Area 1: Manajemen Kepemimpinan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pembangunan ZI sekaligus Koordinator Area 1, Sri Lestari, S.H.

Monitoring dan evaluasi yang digelar di ruang sidang PA Sibolga ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan PA Sibolga dalam menilai progres, efektivitas, dan kualitas pelaksanaan program ZI, sekaligus memberikan arahan bagi seluruh aparatur agar setiap capaian berjalan sesuai target dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Evaluasi Manajemen Kepemimpinan: Fondasi ZI yang Kuat
Sri Lestari menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif, transparan, dan akuntabel adalah pondasi utama keberhasilan Zona Integritas. Beberapa poin utama yang menjadi fokus monitoring meliputi:
1. Penguatan kepemimpinan internal, memastikan setiap pimpinan unit mampu memotivasi dan mengarahkan staf secara efektif.
2. Koordinasi antar-unit kerja, agar program ZI berjalan sinergis dan saling mendukung.
3. Evaluasi capaian Triwulan III, membandingkan target indikator kinerja dengan realisasi nyata di lapangan.
4. Pembinaan budaya kerja berintegritas, menanamkan nilai anti-korupsi, profesionalisme, dan pelayanan prima dalam setiap aktivitas aparatur.
“Monitoring bukan sekadar menilai angka atau laporan, tetapi menjadi sarana refleksi, penyempurnaan, dan inovasi agar setiap program ZI benar-benar memberikan dampak nyata,” tegas Ketua Tim.
Mewujudkan Pengadilan Bersih, Profesional, dan Berintegritas
Kegiatan ini menunjukkan komitmen PA Sibolga dalam membangun pengadilan yang bersih, efektif, dan profesional. Monitoring Triwulan III menjadi momen penting untuk meninjau semua tahapan pembangunan ZI, mulai dari Manajemen Kepemimpinan, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, hingga Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Pada Sambutannya Dr. Muhammad Azhar Hasibuan selaku Ketua PA Sibolga sekaligus Penanggung Jawab Pembangunan ZI mengingatkan seluruh aparatur agar mempertahankan konsistensi, meningkatkan inovasi, dan terus menanamkan nilai integritas dalam setiap aspek pekerjaan. Dengan demikian, setiap capaian ZI tidak hanya tercatat sebagai laporan administrasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang dilayani.
“Zona Integritas bukan tujuan akhir, tetapi perjalanan untuk menciptakan pengadilan yang terpercaya, adil, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” sebut Dr. Azhar Hasibuan.